Langsung ke konten utama

Penggunaan Dana Desa Negarajati Cilacap untuk Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat


LOMBA MENULIS DANA DESA 2018

Penggunaan Dana Desa  Negarajati Cilacap untuk Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat
Oleh : Rusyanti



Desa merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan dalam menjalankan fungsi  pelayanan kepada masyarakat, pemberdayaan, dan pembangunan. Pembangunan daerah pinggiran atau membangun Indonesia dari pinggiran memang menjadi wacana besar yang diusung pemerintah sesuai dengan Nawacita yang menjadi arah pembangunan.

Pembangunan desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai menjadi wacana besar dan mendapat sorotan banyak pihak karena kebijakan pemerintah menurunkan dana desa dalam jumlah besar langsung ke desa-desa.

Dana desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi desa dan desa adat yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelengggaraan pemerintah, pembangunan serta pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan. Hal ini tertuang dalam Peraturan pemerintah No 60 tahun 2014.

Besarnya dana yang dialokasikan setiap desa dihitung berdasarkan jumlah desa dengan memperhatikan jumlah penduduk (30%), luas wilayah (20%), dan angka kemiskinan (50%). Hasil perhitungan tersebut disesuaikan juga dengan tingkat kesulitan geografis masing-masing desa.

Besaran lokasi dan alokasi dana desa dari tahun 2015 sampai 2017 adalah sebagai berikut:



Pemerintah mengucurkan dana desa yang tahun 2017 menyentuh budget Rp. 60 Trilyun, angka ini naik dari Rp. 46,9 trilyun pada 2016 lalu. Ini belum seberapa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bahkan yakin bakal mengucurkan Rp. 120 trilyun pada 2018. Namun, dana desa yang digadang-gadang bakal naik di tahun 2018 ini, ternyata belum dapat terlaksana. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati saat berkunjung ke Malang, Menurutnya, tidak ada kenaikan dana desa karena pemerintah masih melakukan evaluasi dan mencari sistem yang terbaik untuk pendistribusiannya. “Jadi untuk memberi manfaat langsung dan mengurangi penyelewengan dan pelanggaran tata kelola dana desa selama ini,” 

Penggunaan dana desa harus melibatkan warga desa dan transparan sehingga seluruh warga desa memahami peruntukan dana desanya. Termasuk misalnya mau mendirikan BUMDes. Harus jelas dulu apa yang mau dikerjakan, siapa yang mengerjakan dan sebagainya. Soalnya, BUMDes dalah lembaga usaha yang memiliki tata aturan bisnis yang modal usahanya harus mengembang.

RINGKASAN:

Dana desa yang telah dicanangkan di APBN dan dikucurkan ke setiap desa, penggunaanya haruslah tepat sasaran. Penggunaan dana desa harus melibatkan warga desa dan transparan sehingga seluruh warga desa memahami peruntukan dana desanya.

Pada saat ini pemanfaatan dana desa mayoritas masih dipergunakan untuk pembangunan infrasrtuktur fisik, belum untuk pemberdayaan masyarakat, oleh karena itu semua program pembangunan desa harus direncanakan oleh Pemerintah Desa bersama-sama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat desa. Program-program tersebut harus dimusyawarahkan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik itu peningkatan kualitas pelayanan dasar, sarana prasarana dasar, ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Untuk meningkatkan perekonomian desa, sangat diharapkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)  yang usaha pokoknya adalah simpan pinjam. BUMDes ini menjadi program unggulan Desa. 
Dengan adanya BUMDes ini dapat membantu permodalan bagi masyarakat desa sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan membantu masyarakat desa yang sedang mengalami kesulitan.
Khusus untuk Kepala desa Negarajati dalam membangun desanya menggunakan sistem padat karya dan dilakukan dengan cara Swakelola. Swakelola yang dimaksud yakni harus dilakukan desa itu sendiri dan tidak boleh mendatangkan kontraktor dari luar desa. 

Sistem kerjanya  dengan pola langsung mendapatkan upah secara harian atau maksimal mingguan. Dengan penerimaan upah yang cepat maka bisa digunakan warga desa untuk mencukupi kebutuhan hariannya sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat yang saat ini melemah.

Dana desa yang diperoleh di Desa Negarajati dikelola dengan penyusunan program agar dana dapat digunakan tepat sasaran. Program yang telah berjalan di Desa Negarajati dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan antara lain: pengadaan penampung air bersih, pembangunan bendungan air, pembangunan jalan, pengembangan posyandu, pembangunan fasilitas pendidikan (PAUD, TK, SD, SMP), pembangunan mushola, pengadaan prasarana dan sarana desa, pembangunan balai warga, bantuan permodalan, pelatiahn hidroponik, pelatihan pembuatan biogas, pelatihan pembuatan pupuk organic dan lain-lain.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi kisi UN Paket B dan Paket C 2019

Menurut Bambang Suryadi Ketua BSNP, kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Perbedaan ada pada jumlah peserta dan jadwal ujian.

Selasa, 27 November 2018, Badan Standar Nasional Pendidikan(BSNP) merilis Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2019. Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan BSNP Nomor Nomor 0296/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi UN dan Nomor 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi USBN.

Fungsi Kisi-kisi tersebut adalah sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian, baik soal USBN maupun soal UN. Kisi-kisi disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.

“Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda sebanyak 90 persen dan soal esai sebanyak 10 persen. Masih ada soal dari Pusat sebanyak 20-25 persen untuk USBN, sedangkan untuk soal UN, 100 persen disiapkan oleh Pusat”, ucapnya seraya …

JADWAL UNBK Tahun Pelajaran 2018/2019

JADWAL UNBK PAKET C IPA IPS Thn 2019 


JADWAL UNBK PAKET B  Thn 2019 


Tanggal-Tanggal Penting Pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2018/2019

Ujian Nasional SMA/MA sederajat dan SMK/MAK

1. Sinkronisasi UN SMK/MAK Jumat-Sabtu 22 dan 23 Maret 2019
2. UN SMK/MAK Senin-Kamis 25-28 Maret 2019
3. Sinkronisasi UN SMA/MA sederajat= Jumat-Sabtu 29-30 Maret 2019
4. UN SMA/MA sederajat =Senin, Selasa,Kamis, Senin 1, 2, 4, 8 April 2019


Ujian Nasional untuk Pendidikan Kesetaraan Program Paket C/Ulya

1. Sinkronisasi UN Paket C/Ulya = Kamis 11 April 2019
2. UN Program Paket C/Ulya *) =Jumat/Sabtu/Minggu/Senin/Selasa 12/13/14/15/16 April
2019 (Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menetapkan 4 hari dari 5 hari yang
disediakan)




Ujian Nasional untuk Pendidikan Kesetaraan Program Paket B/Wustha
1.Sinkronisasi UN Program Paket B/Wustha = Rabu-Kamis 8-9 Mei 2019
2. UN Program Paket B/Wustha *)Jumat/Sabtu/
Minggu/Senin 10/11/12/13 Mei 2019
(Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menetapkan 3 hari dari 4 hari yang disediakan)

Sekolah Paket untuk Area Ciputat, Pondok Aren, Serpong, Pamulang, Setu dan sekitarnnya

Telah di buka kelas baru untuk Kelompok belajar Sekolah Paket untuk Area Tangerang Selatan Ciputat, Pondok Aren, Serpong, Pamulang, Setu dan sekitarnnya.

SEKOLAH KESETARAAN
MENERIMA PENDAFTARAN SISWA BARU ( PERSIAPAN UJIAN )
PAKET A ( SETARA SD ) - PAKET B ( SETARA SMP ) - PAKET C ( SETARA SMU )

Telah dibuka Kelompok Belajar Sekolah Paket ABC
 untuk Area Ciputat, Pondok Aren, Serpong, Pamulang, Setu dan sekitarnya.

Untuk calon siswa siswi yang berada di daerah tangerang selatan dan sekitarnya seperti Ciputat, sawah baru, jombang, sarua, Pondok ranji, rempoa, pisangan, cirendeu, cempaka putih,  pamulang, benda, pondok cabe, kedaung, pondok aren, pondok betung, jurang mangu, pondok kacang barat, pondok kacang timur, perigi lama, perigi baru, pondok pucung, serpong, bsd, ciater, cilenggang, rawa buntu, lengkong, aeon, mall alam sutera, living world, teras kota, eka hospital, giriloka, pondok jagung, paku jaya, pakulonan,  setu, muncul, ciseeng, gunung putri, parung, muncul, kabupaten bo…